Home » Objek Wisata » Garut Utara » Kampung Pulo Cangkuang, Rumah Adat Ditengah Danau

Kampung Pulo Cangkuang, Rumah Adat Ditengah Danau

| Desa Cangkuang, Kecamatan Leles

Sekilas

kampung puloKampung pulo merupakan sebuah kampung adat yang terletak di disebuah pulau kecil Situ Cangkuang sekaligus berada di lokasi cagar budaya wisata Garut Candi Cangkuang. Kampung Pulo berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat. Jarak tempuh menuju lokasi ini kurang lebih sekitar 16,1 km dari terminal Garut dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 36 menit perjalanan menggunakan kendaraan dan kurang lebih sekitar 2,7 km dari alun-alun Leleles dengan jarak tempuh menggunakan kendaraan kurang lebih sekitar 15 menit perjalanan.

Sejarah Kampung Pulo

Menurut cerita rakyat itu sendiri, masyarakat Kampung Pulo ini dulunya mayoritas memeluk agama Hindhu, kemudian Embah Dalem Muhammad singgah di daerah ini karena ia terpaksa mundur karena mengalami kegagalan dalam penyerangan terhadap Belanda. Karena kegagalan ini, Embah Dalem Arif Muhammad tidak mau kembali ke Mataram karena malu dan takut pada Sultan Agung, beliau memilih untuk menetap di daerah Cangkuang yaitu di Kampung Pulo dan mulai menyebarkan agama Islam pada masyarakat kampung Pulo hingga beliau wafat dan dimakamkan di Kampumg Pulo.

Fakta unik Kampung Pulo

Fakta unik Kampung Pulo adalah budayanya yang masih tetap terjaga sampai saat ini, Terdapat 5 larangan Adat masyarakat kampung pulo diantaranya

1. Tidak Boleh Berziarah Pada hari Rabu
Masyarakat adat kampung pulo selalu menggunakan hari rabu untuk pengajian dan memperdalam ilmu keagamaan, sehingga tidak diperbolehkan melakukan kegiatan lainnya termasuk berziarah ke makam Embah dalem Arief muhammad.

2. Tidak boleh memukul atau menabuh gong besar dari perunggu
Hal ini berkaitan dengan kisah embah dalem arief muhammad yang memiliki seorang anak laki-laki tetapi meninggal dunia saat akan dikhitan. waktu anak itu diarak dengan tandu berbentuk prisma diiringi dengan gamelan yang menggunakan gong besar, tiba-tiba datang angin topan yang menyebabkan anak itu celaka dan meninggal dunia.

3.Tidak boleh membuat rumah beratap Jure/Prisma, selamanya harus memanjang.
Hal ini berkaitan dengan kisah anak laki-laki Embah dalem arief muhammad yang celaka dan meninggal saat diarak menggunakan tandu yang berbentuk prisma.

4. Tidak boleh menambah dan mengurang bangunan poko juga kepala keluarga
Hal tersebut bermula dari kisah Embah Dalem Arief muhammad yang memiliki enam orang anak perempuan dan seorang laki-laki. (enam anak perempuan dilambangkan dengan enam rumah, dan satu anak laki-laki dilambangkan dengan satu mesjid). Disetiap rumah wajib dihuni oleh satu kepala keluarga.

5.tidak boleh memelihara hewan ternak besar berkaki empat
Larangan ini dimaksudkan untuk menjaga kebersihan halaman rumah dan keutuhan tanaman dari gangguan binatang berkaki empat seperti kambing, kerbau , sapi dan lain-lain.



Booking Penginapan & Info Paket Wisata Garut

Mobile phone, sms, whatsapp : 0822-1881-4444
Phone : 0262-2802146
Email : info@pancamediatravel.co.id
Sekilas Kampung pulo merupakan sebuah kampung adat yang terletak di disebuah pulau kecil Situ Cangkuang sekaligus berada di lokasi cagar budaya wisata Garut Candi Cangkuang. Kampung Pulo berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat. Jarak tempuh menuju lokasi ini kurang lebih sekitar 16,1 km dari terminal Garut dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 36 menit perjalanan menggunakan kendaraan dan kurang lebih sekitar 2,7 km dari alun-alun Leleles dengan jarak tempuh menggunakan kendaraan kurang lebih sekitar 15 menit perjalanan. Sejarah Kampung Pulo Menurut cerita rakyat itu sendiri, masyarakat Kampung Pulo ini dulunya mayoritas memeluk agama Hindhu, kemudian…

Review Overview

Rating

Summary : Rating Oleh Penulis

User Rating: 4.85 ( 1 votes)
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*