Garut Selatan

Gunung Papandayan Garut: Jalur Pendakian, Tiket, dan Aturan

Jajang Yusup
Jajang Yusup

6 menit baca

Diperbarui

Pemandangan lembah dan perbukitan ke arah timur dari kawasan Gunung Papandayan

Ringkasan

Gunung Papandayan di Cisurupan, Garut, adalah gunung api aktif setinggi sekitar 2.665 mdpl dengan jalur landai ke kawah, Pondok Saladah, Hutan Mati, dan Tegal Alun. Tiket masuk sekitar Rp30–40 ribu per orang.

Info Taman Wisata Alam Gunung Papandayan

Terakhir dicek: 31 Oktober 2026

Alamat
Jl. Raya Kawah Papandayan, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa BaratKec. Cisurupan · Garut Selatan
Jam buka
Sen–Kam · 07.00–17.00Jum · 07.00–23.59Sab · 24 jamMin · 00.00–17.00Jam per April 2025 (kumparan/pengelola); Disparbud 2024 menulis 07.00–18.00. Bisa berubah saat libur panjang atau penutupan jalur.
Akses
±30 km · ±90 menit dari pusat kota GarutDari kota Garut ke Cisurupan, lalu naik lewat Jl. Raya Kawah Papandayan hingga area parkir dan Camp David (±30 km, ±90 menit).
Waktu terbaik
Musim kemarau (Mei–September), mulai mendaki pagi hari

Kisaran harga

  • Tiket masuk wisatawan nusantaraHari kerja–hari libur, berlaku sejak 1 April 2025Rp30.000–Rp40.000 / orang
  • Tiket pelajar (surat pengantar)Rp23.000 / orang
  • Tiket wisatawan mancanegaraHari kerja–hari libur, tarif akhir 2024Rp200.000–Rp300.000 / orang
  • Camping/bermalamHari kerja–akhir pekan, sejak 1 April 2025Rp65.000–Rp75.000 / orang
  • Parkir mobilTarif akhir 2024Rp25.000–Rp30.000 / kendaraan
  • Parkir motorTarif akhir 2024Rp12.000–Rp14.500 / kendaraan
  • Kolam terapi air panasMulai Rp10 ribu anak, Rp20 ribu dewasaRp10.000–Rp20.000 / orang

Harga per Oktober 2026, dapat berubah sewaktu-waktu. Konfirmasi ke pengelola sebelum berkunjung.

Fasilitas

  • Area parkir
  • Camping ground Pondok Saladah
  • Kolam terapi air panas
  • Cottage
  • Toilet
  • Musala
  • Warung
  • Ojek warga
Daftar isi Tampilkan

Gunung Papandayan adalah gunung api aktif setinggi sekitar 2.665 mdpl di Kecamatan Cisurupan, Garut, yang dikelola sebagai Taman Wisata Alam (TWA). Jalurnya landai dan ramah pemula: kawah bisa dicapai dalam perjalanan singkat, sementara Pondok Saladah, Hutan Mati, dan Tegal Alun menjadi tujuan pendakian dan berkemah.

Panduan ini merangkum jalur pendakian beserta perkiraan waktunya, spot utama di kawasan, tiket dan jam buka terbaru, status aktivitas vulkanik, serta aturan yang perlu Anda patuhi. Semua angka dicek per Oktober 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Sekilas TWA Gunung Papandayan

Kawasan wisata ini mencakup Desa Sirnajaya, Cisurupan, dan Karamat Wangi di Kabupaten Garut, dengan luas sekitar 225 hektare. Penataannya dilakukan PT Asri Indah Lestari bersama BBKSDA Jawa Barat, karena Papandayan berstatus kawasan konservasi.

Papandayan adalah gunung api strato dengan banyak kawah. Kawah Baru terbentuk dari letusan tahun 2002, sehingga bentang alamnya masih terus berubah. Menurut pengelola, kawasan ini dipadati sekitar 2.000 pengunjung setiap akhir pekan, sebagian besar pendaki dari Jabodetabek dan peserta open trip.

Video di atas adalah dokumentasi digarut.com tahun 2017. Gerbang, area parkir, dan sejumlah fasilitas kini sudah ditata ulang.

Jalur Pendakian Gunung Papandayan dan Durasinya

Pendakian dimulai dari area parkir dan Camp David di sisi Cisurupan. Jalur utama memiliki sekitar 10 pos istirahat, dengan warung di beberapa titik. Total waktu dari Camp David hingga Tegal Alun umumnya sekitar 4–6 jam, tergantung kecepatan, cuaca, dan lamanya Anda berhenti untuk berfoto.

  1. Camp David – kawasan kawah: kawah belerang aktif seperti Kawah Emas dan Kawah Baru dilewati di awal penjelajahan, sehingga pengunjung harian pun bisa menjangkaunya.
  2. Kawah – Pondok Saladah: jalur menanjak bertahap melewati area Hoberhoet. Lama perjalanan dari awal pendakian hingga Pondok Saladah dilaporkan sekitar 3–5 jam dengan beban penuh.
  3. Pondok Saladah – Hutan Mati: sekitar 10 menit berjalan kaki.
  4. Pondok Saladah – Tegal Alun: sekitar 1 jam, melewati Hutan Mati dan tanjakan terakhir yang lebih curam.

Bagi yang ingin menghemat tenaga, ojek mitra warga yang bekerja sama dengan pengelola tersedia hingga titik tertentu. Pada Mei 2025, tarifnya dilaporkan sekitar Rp20 ribu hingga Pos VII dan Rp150 ribu hingga Pondok Saladah. Pastikan tarif sebelum naik.

Pulang Hari atau Menginap?

Jika hanya ke kawah dan kolam air panas, setengah hari sudah cukup. Untuk menikmati Hutan Mati dan Tegal Alun dengan santai, banyak pendaki memilih berkemah semalam di Pondok Saladah. Bila tidak ingin tidur di tenda, pertimbangkan cottage di dalam kawasan Gunung Papandayan.

Spot Utama: Kawah, Hutan Mati, hingga Tegal Alun

Setiap spot di Papandayan punya karakter berbeda. Berikut yang paling sering dikunjungi, berurutan dari bawah ke atas.

Kawasan Kawah

Disparbud Garut mencatat beberapa kawah, antara lain Kawah Baru, Kawah Emas (sering disebut Kawah Mas), Kawah Pengantin, dan Kawah Nangklak. Uap belerang keluar dari celah bebatuan, dan suaranya bisa bergemuruh. Udara di sekitar kawah terasa hangat dan berbau tajam, jadi siapkan masker.

Hoberhoet

Hoberhoet (sering juga ditulis Ghober Hoet) adalah area terbuka di jalur sebelum Pondok Saladah. Pengunjung melaporkan tempat ini memiliki sumber air dan warung, serta pemandangan ke arah kawah, kota Garut, dan Gunung Cikuray. Area ini juga dipakai untuk menikmati matahari terbit.

Pondok Saladah

Pondok Saladah adalah padang rumput luas di ketinggian sekitar 2.288 mdpl dan menjadi area berkemah resmi. Fasilitasnya meliputi toilet, sumber air bersih, musala, dan warung makanan.

Hutan Mati

Hutan Mati berisi deretan pohon cantigi yang menghitam akibat letusan masa lalu. Lokasinya dekat Pondok Saladah dan menjadi spot foto favorit, terutama saat kabut tipis turun atau matahari terbit.

Tegal Alun

Tegal Alun adalah padang edelweiss di bagian paling atas jalur wisata. Di sini tidak ada fasilitas apa pun, jadi bawa air minum dan bekal sendiri. Edelweiss di Tegal Alun dilindungi, sehingga tidak boleh dipetik.

Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru

Tarif berikut berlaku sejak 1 April 2025 menurut media wisata, per Oktober 2026, dan dapat berubah. Tarif resmi bisa Anda konfirmasi di loket atau kanal resmi pengelola.

JenisHari kerjaHari libur
Tiket masuk wisatawan nusantaraRp30.000Rp40.000
Pelajar dengan surat pengantarsekitar Rp23.000
Wisatawan mancanegarasekitar Rp200.000sekitar Rp300.000
Camping/bermalam per orangRp65.000Rp75.000
Parkir mobilsekitar Rp25.000–Rp30.000
Parkir motorsekitar Rp12.000–Rp14.500
Kolam terapi air panasmulai Rp10.000 (anak) dan Rp20.000 (dewasa)

Tarif parkir dan mancanegara mengacu pada daftar akhir 2024. Jam buka per April 2025: Senin–Kamis pukul 07.00–17.00, Jumat pukul 07.00–23.59, Sabtu 24 jam, dan Minggu hingga pukul 17.00. Pendaki yang ingin berkemah sebaiknya masuk pada Jumat malam atau Sabtu.

Kolam rendam air panas belerang di kawasan TWA Gunung Papandayan Garut
Kolam rendam air panas, dokumentasi 2017

Kolam ini cocok untuk melemaskan kaki setelah turun. Jika rombongan Anda menginginkan kolam renang atau waterpark, pilihannya ada di Darajat Pass.

Status Aktivitas Vulkanik

Per akhir Oktober 2026, MAGMA Indonesia milik PVMBG menampilkan Gunung Papandayan pada Level I (Normal). Meski begitu, kawah tetap mengeluarkan gas belerang, dan Papandayan pernah dinaikkan statusnya, salah satunya pada 2011 dan 2013 saat aktivitas kawah meningkat.

Selain aktivitas vulkanik, kebakaran juga bisa memicu penutupan. Setelah kebakaran hutan pada 22 Oktober 2023, BBKSDA Jawa Barat sempat menutup jalur pendakian dan wilayah atas, termasuk Hutan Mati. Karena itu, cek status terbaru di MAGMA Indonesia dan kanal resmi pengelola sebelum berangkat.

Aturan Pendakian yang Wajib Dipatuhi

  • Registrasi lebih dulu di pintu masuk atau pos pendakian sebelum mulai berjalan.
  • Berkemah hanya di area resmi seperti Pondok Saladah. Berkemah di Tegal Alun dilarang dan pelanggar bisa dikenai sanksi.
  • Jangan memetik edelweiss atau merusak tanaman lain, karena kawasan ini berstatus konservasi.
  • Bawa turun sampah Anda, termasuk sisa makanan dan tisu basah.
  • Jaga jarak dari kawah, ikuti jalur bertanda, dan jangan berlama-lama di titik uap belerang yang pekat.
  • Waspadai api, terutama saat kemarau. Matikan kompor dan puntung rokok dengan tuntas.

Rute ke Gunung Papandayan dan Wisata Sekitar

Kawasan ini berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Garut, atau sekitar 90 menit perjalanan lewat Cisurupan. Dari Bandung jaraknya sekitar 89 km, sedangkan dari Jakarta perjalanan memakan waktu sekitar 4–6 jam.

  • Kendaraan pribadi: dari Garut menuju Cisurupan, lalu naik lewat Jalan Raya Kawah Papandayan. Sekitar 3 km sebelum gerbang, Anda melewati kawasan Nangklak (kini Papandayan Camping Ground).
  • Transportasi umum: naik bus ke Terminal Guntur Garut, lanjut angkutan jurusan Cikajang dan turun di Cisurupan, lalu sambung ojek atau mobil sewaan warga ke gerbang.

Jalan beberapa kilometer terakhir menanjak dan berkelok, jadi pastikan rem kendaraan prima. Di sepanjang jalan ini juga ada tempat berkemah swasta seperti Papandayan Camping Ground. Bila ingin petualangan berbeda, Anda bisa menambah offroad jeep di Garut pada hari berikutnya.

Tips Persiapan Sebelum Mendaki Papandayan

  • Datang pada musim kemarau, sekitar Mei hingga September, agar jalur kering dan pemandangan tidak tertutup kabut.
  • Mulai mendaki pagi hari supaya tiba di Pondok Saladah sebelum sore dan tidak kehujanan.
  • Bawa jaket tebal, sarung tangan, kupluk, dan sleeping bag. Suhu malam di Pondok Saladah sangat dingin.
  • Gunakan sepatu dengan sol bergerigi, karena jalur di sekitar kawah berbatu dan berpasir.
  • Siapkan masker atau buff untuk melewati uap belerang.
  • Bawa logistik dari bawah. Warung memang ada, tetapi pilihan dan harganya bisa berbeda dengan di kota.

Untuk menginap di luar kawasan, ada pilihan keluarga di Cisurupan seperti Villa Widuri. Destinasi alam lain di wilayah ini bisa Anda temukan di daftar wisata Garut Selatan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah Gunung Papandayan cocok untuk pendaki pemula?

Ya, jalurnya relatif landai dan banyak pos istirahat, sehingga sering dipilih untuk pendakian pertama. Tetap persiapkan fisik, pakaian hangat, dan perlengkapan hujan.

Apakah anak-anak boleh diajak ke Papandayan?

Area kawah dan kolam air panas cukup mudah dijangkau keluarga. Untuk berkemah di Pondok Saladah, pastikan anak tahan dingin dan bawa perlengkapan tidur yang memadai.

Apakah perlu pemandu untuk mendaki Papandayan?

Jalur utama cukup jelas dan ramai, sehingga banyak pengunjung mendaki tanpa pemandu. Bila baru pertama kali atau datang berombongan besar, pemandu atau open trip bisa membantu mengatur logistik.

Bisakah mendaki Papandayan pulang hari?

Bisa. Banyak pengunjung hanya naik ke kawah lalu turun, atau berangkat sangat pagi ke Tegal Alun dan kembali sebelum sore. Perhatikan jam tutup kawasan pada hari kerja.

Di mana bisa mengecek status Gunung Papandayan?

Status resmi diumumkan PVMBG melalui MAGMA Indonesia. Untuk penutupan jalur karena cuaca atau kebakaran, pantau juga kanal resmi pengelola TWA Papandayan.

Jajang Yusup

Ditulis oleh

Jajang Yusup