Objek Wisata

Petik Strawberry Garut: 5 Kebun Stroberi, Harga, dan Musim Panen

Jajang Yusup
Jajang Yusup

6 menit baca

Kebun Stroberi Garut

Ringkasan

Petik strawberry Garut bisa dilakukan di Cisurupan, Darajat, dan Malangbong. Buah dipetik sendiri lalu ditimbang, dengan harga yang pernah dilaporkan sekitar Rp50.000 per kg.

Daftar isi Tampilkan

Wisata petik strawberry Garut masih bisa Anda nikmati di beberapa kebun dataran tinggi, terutama di Cisurupan, kawasan Darajat di Pasirwangi, dan desa sentra stroberi Barudua di Malangbong. Umumnya Anda memetik sendiri, lalu buah ditimbang dan dibayar per kilogram. Harga yang pernah dilaporkan media sekitar Rp50.000 per kg, tetapi tiap kebun menetapkan tarif sendiri.

Berikut daftar lokasi yang masih terlihat aktif sepanjang 2025–2026, perkiraan biaya, waktu panen yang tepat, serta agrowisata buah lain seperti petik jeruk di Cikajang. Data dicek per Oktober 2026 dan dapat berubah, jadi pastikan ketersediaan buah sebelum berangkat.

Sekilas Sentra Stroberi di Garut

Garut termasuk salah satu daerah penghasil stroberi di Jawa Barat, bersama Ciwidey dan Lembang di Bandung. Kebunnya tersebar di lereng gunung dengan udara sejuk, seperti kaki Gunung Papandayan, Darajat, dan perbukitan Malangbong.

Sebagian kebun memang dibuka untuk wisata petik, sebagian lagi kebun produksi yang hasilnya dijual ke pengepul. Perbedaan ini penting, karena kebun produksi biasanya tidak menyediakan loket, keranjang, atau pemandu. Untuk liburan keluarga, pilih kebun yang menyatu dengan resor, restoran, atau kawasan agrowisata.

Daftar Lokasi Petik Strawberry Garut yang Masih Aktif

Lokasi di bawah ini disusun dari liputan media dan unggahan pengunjung 2025–2026. Belum ada daftar harga resmi yang dipublikasikan oleh pengelola, jadi angka yang ada sebaiknya dianggap perkiraan.

1. Kebun Stroberi Sari Papandayan Resort, Cisurupan

Sari Papandayan Resort berada di Jl. Raya Cisurupan Km 17, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan. Liputan video detikcom pada 2025 dan Mei 2026 menampilkan kebun stroberinya yang luas, tempat pengunjung bisa memetik sepuasnya.

  • Cocok untuk: keluarga yang sekaligus ingin menginap di jalur menuju Papandayan.

  • Biaya: tarif petik tidak dicantumkan di liputan; tanyakan di resepsionis resor.

  • Catatan: lokasinya searah dengan jalur ke kawah, sehingga mudah digabung dengan kunjungan gunung.

2. Namina Private Resto, Jalan Raya Garut–Cikajang Km 14

Restoran Sunda di Desa Sirnagalih, Cisurupan, ini punya kebun stroberi kecil yang bisa dipetik pengunjung. Unggahan pengunjung pada Juni 2025 masih menunjukkan aktivitas petik stroberi di sana. Pikiran Rakyat pada 2024 melaporkan buah hasil petik ditimbang dengan harga sekitar Rp50.000 per kg.

  • Cocok untuk: mampir makan siang sambil memberi anak pengalaman memetik buah.

  • Akses: berada di jalan raya Garut–Cikajang, sehingga bisa dijangkau kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

  • Catatan: harga 2024 kemungkinan sudah berubah, jadi konfirmasi di kasir sebelum memetik.

3. Darajat Strawberry Garden, Pasirwangi

Kebun ini mempromosikan diri sebagai taman bunga dan tempat petik stroberi di kawasan Darajat, dekat area pemandian Awit Sinar Alam. Akun resminya masih mengunggah video kegiatan petik pada Juni 2026, dengan latar perbukitan dan Gunung Guntur.

Lokasinya cocok digabung dengan berendam air panas. Jalan Darajat dipenuhi beberapa pemandian, mulai dari taman air panas Darajat Pass hingga kolam dan cottage Awit Sinar Alam. Harga petik dan jam bukanya belum dipublikasikan, jadi tanyakan lewat akun resmi kebun sebelum berangkat.

4. Agrowisata Tepas Papandayan, Karamatwangi

Kawasan agrowisata di Desa Karamatwangi, Cisurupan, ini dikenal lewat kolam air panas yang menghadap Gunung Cikuray. Menurut informasi platform wisata, area kebunnya juga berisi sayuran organik, kopi arabika, bunga krisan, dan stroberi.

Tiket masuk kunjungan siang dilaporkan sekitar Rp10.000 per orang (Juni 2026). Kegiatan kebun seperti memanen biasanya dikenai biaya terpisah, dan stroberi belum tentu siap petik setiap saat. Tanyakan di loket apakah ada buah yang bisa dipetik hari itu.

5. Desa Barudua, Malangbong

Barudua adalah salah satu sentra stroberi utama di Garut, dengan lahan sekitar 100 hektare. Menurut Garut Intan News (Mei 2025), produksinya sekitar 5 ton per hari saat cuaca buruk dan bisa mencapai 10 ton per hari saat cuaca mendukung.

Desa ini belum dibuka sebagai destinasi wisata petik secara resmi. Bila ingin memetik sendiri, Anda perlu berkoordinasi dulu dengan petani atau pengepul. Panen harian biasanya selesai sekitar pukul 07.00, jadi datanglah sangat pagi dan bawa pemandu atau kenalan warga setempat.

Agrowisata Buah Lain: Petik Jeruk di Cikajang

Bila stroberi sedang sedikit, Anda bisa beralih ke Agrowisata Eptilu di Kampung Mekarsari, Jalan Raya Cikajang Km 24. Kebun binaan Bank Indonesia ini menawarkan petik jeruk Garut langsung dari pohon dengan latar Gunung Cikuray. Pengelolanya menyebut rata-rata kunjungan mencapai 75.000 orang per tahun.

RRI (Februari 2026) menyebut kebun ini buka Sabtu dan Minggu pukul 08.00–18.00 WIB, sedangkan sumber lain menulis buka setiap hari kecuali Jumat. Karena informasinya belum seragam, cek jadwal terbaru sebelum berangkat. Antara pernah memberitakan paket berisi tiket, petik jeruk, makan, dan jeruk bawa pulang, tetapi tanggal tarifnya tidak jelas.

Perkiraan Biaya Petik Stroberi

Belum ada kebun di Garut yang memasang daftar harga resmi secara daring. Gunakan tabel berikut sebagai gambaran, per Oktober 2026, dan dapat berubah.

Komponen

Perkiraan

Keterangan

Stroberi hasil petik

sekitar Rp50.000/kg

Dilaporkan di Namina Resto (2024); kebun lain bisa berbeda

Tiket masuk agrowisata

sekitar Rp10.000/orang

Tepas Papandayan, kunjungan siang (Juni 2026)

Parkir

Rp3.000–Rp5.000

Motor dan mobil, dilaporkan pengunjung di kawasan Cisurupan

Kebun di resor atau restoran

tanya pengelola

Sering dihitung per kg, kadang tanpa tiket masuk

Sebagai contoh, keluarga yang memetik 1 kg stroberi dan membayar dua tiket masuk perlu menyiapkan sekitar Rp70.000, belum termasuk makan dan parkir. Bawa uang tunai pecahan kecil, karena tidak semua kebun menerima pembayaran nontunai.

Musim dan Waktu yang Tepat untuk Memetik

Stroberi dataran tinggi di Garut dipanen hampir sepanjang tahun, tetapi jumlah buahnya sangat dipengaruhi cuaca. Data Barudua menunjukkan produksi bisa turun setengah ketika cuaca ekstrem. Saat hujan deras berhari-hari, buah matang biasanya lebih sedikit dan cepat lembek.

  • Jam ideal: pagi hari, sekitar pukul 08.00–10.00, sebelum buah matang diambil pengunjung lain.

  • Hari kunjungan: hari kerja lebih lega; akhir pekan dan libur sekolah lebih ramai sehingga buah merah cepat habis.

  • Konfirmasi dulu: tanyakan ke pengelola apakah buah sedang banyak, terutama pada puncak musim hujan.

Rute dan Rencana Perjalanan Satu Hari

Sebagian besar kebun stroberi berada di dua jalur. Jalur pertama ke selatan lewat Jalan Raya Garut–Cikajang menuju Cisurupan, sekitar 45–60 menit dari pusat kota. Jalur kedua ke barat menuju Darajat di Pasirwangi, sekitar 25 km dengan jalan menanjak dan berkelok.

Di jalur Cisurupan, Anda bisa memetik stroberi pagi hari, makan siang, lalu melanjutkan ke kawah. Panduan tiket dan aturan Gunung Papandayan membantu Anda menghitung waktu bila ingin menggabungkan keduanya. Di jalur Darajat, padukan petik stroberi dengan berendam air panas pada sore hari. Untuk ide tempat lain yang ramah anak, lihat daftar tempat wisata Garut untuk keluarga.

Tips Memetik Stroberi agar Hasilnya Awet

Memetik dengan benar membuat buah tidak cepat rusak dan kebun tetap terjaga. Ikuti arahan petugas kebun, karena tiap kebun punya aturan sendiri soal batas petik.

  1. Pilih buah yang merah merata sampai ke pangkal; stroberi tidak bertambah manis setelah dipetik.

  2. Petik dengan memutar atau menggunting tangkainya, jangan menarik buah, agar tanaman tidak rusak.

  3. Letakkan buah dalam satu lapis di keranjang atau wadah datar supaya tidak saling menekan.

  4. Jangan mencuci stroberi sebelum disimpan; cuci hanya sesaat sebelum dimakan.

  5. Simpan di wadah berventilasi dalam kotak pendingin bila perjalanan pulang lebih dari dua jam.

  6. Pakai sepatu tertutup atau sandal gunung, karena jalan antarbedengan sering becek.

  7. Bawa jaket tipis; suhu di Cisurupan dan Darajat terasa dingin pada pagi hari.

Ingin menjelajah lebih banyak destinasi alam? Telusuri kumpulan objek wisata Garut untuk menyusun rute liburan Anda berikutnya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa harga petik stroberi di Garut per kg?

Pikiran Rakyat pada 2024 melaporkan harga sekitar Rp50.000 per kg di Namina Private Resto, Cisurupan. Kebun lain menetapkan tarif sendiri dan belum mempublikasikan daftar harga resmi. Tanyakan harga per kg di kasir sebelum mulai memetik.

Apakah petik stroberi di Garut buka setiap hari?

Kebun yang menyatu dengan resor dan restoran umumnya mengikuti jam operasional tempat itu. Kebun produksi seperti di Barudua tidak punya jam kunjungan tetap, sehingga perlu janji dengan petani. Selalu konfirmasi ketersediaan buah sebelum berangkat.

Apakah anak kecil boleh ikut memetik stroberi?

Boleh, dan kegiatan ini cocok untuk mengenalkan anak pada pertanian. Dampingi anak agar memetik buah yang sudah merah dan tidak menginjak tanaman. Siapkan alas kaki yang tidak licin karena jalan kebun sering becek.

Bisakah membeli stroberi Garut tanpa memetik sendiri?

Bisa. Sentra seperti Desa Barudua di Malangbong memasok stroberi ke pengepul setiap pagi. Anda juga sering menemukan stroberi kemasan di kios buah sepanjang jalur Cisurupan dan Cikajang.

Selain stroberi, buah apa yang bisa dipetik di Garut?

Jeruk Garut bisa dipetik di Agrowisata Eptilu, Cikajang, yang dilaporkan buka akhir pekan pukul 08.00–18.00 WIB. Kawasan Tepas Papandayan juga punya kebun kopi dan sayuran dengan kegiatan edukasi pertanian.

Jajang Yusup

Ditulis oleh

Jajang Yusup