Tempat Wisata di Garut

Curug Lain di Garut: 8 Air Terjun dengan Data Terbatas

Ditulis oleh

Admin Digarut
  • Terbit
  • 6 menit baca
Air terjun di Kabupaten Garut

Ringkasan

Delapan curug dan leuwi yang tercatat di data Disparbud Garut 2026 tetapi sulit ditemukan ulasan terbarunya. Berikut lokasi, jarak resmi, dan apa saja yang belum diketahui.

Daftar isi Tampilkan

Curug lain di Garut yang belum banyak diulas ternyata cukup banyak, dan delapan di antaranya tercatat dalam data resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut 2026: Curug Teko, Curug Ngebul, Leuwi Waru Doyong, Curug Dendeng, Curug Walet, Curug Kancil, Curug Gandasari, dan Curug Sagobog. Data resmi itu memuat desa, kecamatan, jarak dari ibu kota kabupaten, daya tarik, dan pengelola. Data itu tidak memuat tarif, jam buka, maupun koordinat, dan untuk banyak tempat di bawah ini ulasan terbaru belum kami temukan. Karena itu setiap entri menyebut sumbernya dan menuliskan apa yang belum diketahui.

Untuk curug yang sudah punya panduan lengkap, lihat daftar curug di Garut.

Ringkasan data resmi

TempatKecamatan (desa)Jarak resmi dari ibu kota kabupatenJenis
Curug TekoCisurupan (Sirnajaya)25 kmAir terjun
Curug NgebulBanjarwangi (Tanjungjaya)45 kmAir terjun
Leuwi Waru DoyongCisompet (Panyindangan)64 kmLeuwi / sungai
Curug DendengBungbulang (Cihikeu)85 kmAir terjun
Curug WaletBungbulang (Mekarbakti)105 kmAir terjun
Curug KancilCibatu (Padasuka)21 kmAir terjun
Curug GandasariSukawening (Mekarluyu)14 kmAir terjun
Curug SagobogSukawening (Sudalarang)14 kmAir terjun

Curug Teko, Cisurupan

Menurut data Disparbud, Curug Teko berada di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, sekitar 25 km dari ibu kota kabupaten. Luasnya tercatat sekitar 1 hektare, dikelola desa, dan sudah dilayani angkutan kota dengan jalan menuju lokasi yang tersedia.

Menurut Perhutani (3 September 2016), Curug Teko berada di Desa Sirnajaya, Cisurupan, sekitar 15 km dari kota Garut dan 3 km sebelum Kawah Papandayan, dengan tinggi sekitar 30 meter dan pengelolaan oleh LMDH Gandamekar bersama Perhutani KPH Garut. Data Disparbud mencatat pengelolanya desa dan jaraknya 25 km dari ibu kota kabupaten. Pada 18 Maret 2018, empat wisatawan dilaporkan hilang tenggelam di Curug Teko dan dicari tim gabungan Basarnas (ANTARA, 19 Maret 2018). Tanyakan kondisi arus dan debit kepada pengelola sebelum turun ke sungai. Tarif dan jam buka terkini belum kami temukan. Konfirmasikan dulu ke pengelola (LMDH) atau pemerintah desa sebelum berkunjung.

Curug Ngebul, Banjarwangi

Data Disparbud mencatat Curug Ngebul di Desa Tanjungjaya, Banjarwangi, sekitar 45 km dari ibu kota kabupaten, seluas sekitar 1,5 hektare. Daya tariknya air terjun untuk berenang dan berfoto. Angkutan umum jurusan Terminal Guntur-Banjarwangi melayani kecamatan itu, fasilitas standar belum tersedia, dan pengelolanya komunitas.

Blog sobat adventure (21 Maret 2011) menempatkan Curug Ngebul di Kampung Citilu, Desa Tanjung Jaya, Banjarwangi, setinggi sekitar 12 meter, dengan jalan kaki sekitar 1 km lewat hutan pinus dan tanpa tiket. Sumber itu berusia lebih dari satu dekade, sehingga kondisi terkini belum diketahui. Curug Ngebul yang diulas di Karacak Valley berada di Margawati, Garut Kota, dan lokasinya berbeda.

Leuwi Waru Doyong, Cisompet

Leuwi Waru Doyong tercatat di Desa Panyindangan, Cisompet, sekitar 64 km dari ibu kota kabupaten, dengan luas sekitar 2 hektare. Data resmi menyebut daya tariknya berupa leuwi atau sungai, kondisi jalan beraspal, dan microbus yang tidak terjadwal beroperasi sekitar pukul 05.00 sampai 17.00. Pengelolanya desa dan masyarakat, dan fasilitas belum ada.

Selain data resmi, Info Priangan menggambarkan Waru Doyong sebagai tempat di tepi sungai di Desa Panyindangan dengan fasilitas sangat sederhana dan tanpa tiket masuk. Kedalaman dan keamanan arus belum kami ketahui, jadi tanyakan kepada warga sebelum masuk ke air.

Curug Dendeng, Bungbulang

Data Disparbud mencatat Curug Dendeng di Desa Cihikeu, Bungbulang, sekitar 85 km dari ibu kota kabupaten, dengan pengelola masyarakat. Kolom aksesibilitas, fasilitas, dan luasnya kosong.

Jangan tertukar dengan Curug Dengdeng di Cisompet, yang berada di Desa Margamulya, Cisompet. Lokasinya berbeda, dan kami tidak menemukan sumber yang menyatakan keduanya satu objek. Untuk Curug Dendeng di Bungbulang kami tidak menemukan sumber lain, sehingga rute, tarif, dan kondisi terkini belum diketahui.

Curug Walet, Bungbulang

Curug Walet tercatat di Desa Mekarbakti, Bungbulang, sekitar 105 km dari ibu kota kabupaten. Daya tariknya air terjun, bermain air, dan pemandangan alam. Data resmi menyebut jalan menuju lokasi berkualitas bagus dan dilayani angkutan umum jurusan Terminal Guntur-Bungbulang.

Hasil pencarian kami untuk nama ini hanya mengarah ke curug bernama sama di Bogor dan Serang, bukan di Garut. Tidak ada ulasan terbaru yang bisa kami baca, sehingga tarif, jam, dan kondisi jalurnya belum diketahui.

Curug Kancil, Cibatu

Data Disparbud menyebut Curug Kancil di Desa Padasuka, Cibatu, sekitar 21 km dari ibu kota kabupaten, seluas sekitar 2 hektare, dengan daya tarik air terjun, udara bersih, dan bukit. Pengelola tercatat belum ada.

Sumber lain menyebut jaraknya sekitar 23 km dari kota Garut atau sekitar 30 menit berkendara, jadi angkanya sedikit berbeda dengan data resmi. Menurut ulasan yang kami baca, air terjun setinggi sekitar 20 meter ini berada di Kampung Kancil, di kaki Gunung Muyung atau Gunung Kancil, dan warga menganggapnya keramat. Menurut detikTravel (2013), airnya tidak pernah kering saat kemarau, meski blog desa wisata (Desember 2019) menyebut debitnya berkurang.

Soal fasilitas, sebuah blog desa wisata (16 Desember 2019) mencatat warung kecil, saung bambu, tanpa kamar mandi, dan jalan kaki sekitar 5 menit dari kampung. Blog desa wisata itu menyebut pengelolaan masih swadaya dan belum ada tempat parkir khusus. Fokus Jabar (15 Juli 2026) menulis bahwa toilet umum, musala, kuliner, serta sistem keamanan dan keselamatan pengunjung perlu dibenahi, dan sistem pengelolaan destinasi belum terorganisasi secara profesional. Artikel itu juga menyebut rute menuju curug mudah dikenali.

Tarif Rp3.000 pernah dimuat detikTravel pada 2013, sehingga tidak bisa dijadikan acuan. Satu situs tanpa tanggal menulis Rp5.000. Tarif dan jam saat ini perlu dikonfirmasi.

Curug Gandasari, Sukawening

Data Disparbud mencatat Curug Gandasari di Desa Mekarluyu, Sukawening, sekitar 14 km dari ibu kota kabupaten, seluas 2 hektare. Angkot 07 trayek Terminal Guntur-Sukawening melayani kecamatan itu. Dari desa ke lokasi sekitar 1 km, biasanya dengan kendaraan pribadi, ojek, atau andong, di jalan selebar 2 sampai 4 meter yang kualitasnya kurang bagus.

Curug ini juga disebut Curug Nyimas Gandasari atau Curug Sabuk. Native Indonesia (ditulis Mei 2022, diterbitkan ulang Desember 2025) menyebut curug ini gratis dengan trekking sekitar 2 km di jalan tanah merah. Beberapa panduan lain menyebut tingginya sekitar 10 sampai 12 meter dan menyebut kawasan ini belum dikelola resmi. Satu sumber lain menyebut 29 meter, tetapi tidak terkonfirmasi.

Desanya pun berbeda antar sumber: Mekarluyu menurut data Disparbud dan Native Indonesia, Sudalarang menurut Trip.com dan Pikiran Rakyat. Jarak 1 km dalam data resmi dan 2 km trekking dalam ulasan juga berbeda. Kondisi terkini belum kami ketahui.

Curug Sagobog, Sukawening

Curug Sagobog tercatat di Desa Sudalarang, Sukawening, sekitar 14 km dari ibu kota kabupaten, seluas 2 hektare, dengan aktivitas bermain air. Keterangan aksesnya sama persis dengan Curug Gandasari karena keduanya berada di halaman yang sama dalam data resmi, tetapi keduanya objek yang berbeda.

Selain data resmi, kami menemukan listing Trip.com (2026) dengan alamat Sudalarang, Sukawening, tanpa jam atau tiket, dan satu laman Priangan Insider (2026) yang menyebut tinggi 33 meter, kolam alami, dan trek 30 menit. Laman itu tidak bisa kami buka, jadi angka tersebut tidak terkonfirmasi. Tarif dan jam belum diketahui.

Catatan pembeda: Curug Jagapati

Curug Jagapati juga tercatat di data Disparbud (Desa Neglasari, Cisompet, sekitar 64 km), tetapi tidak perlu entri sendiri di sini karena sudah dibahas dalam panduan Curug Tujuh Neglasari, lengkap dengan tarif, parkir, dan jalur jalan kakinya.

Tips sebelum berangkat

  • Hubungi warga atau pemerintah desa setempat untuk menanyakan tarif, jam, dan kondisi jalur, karena sebagian besar data di atas tidak bertanggal baru.
  • Periksa kembali nama kecamatan dan desa. Nama Ngebul, Dendeng, dan Walet dipakai pula oleh objek lain.
  • Siapkan alas kaki yang tahan licin. Beberapa jalur, seperti Gandasari, disebut berupa tanah merah.
  • Tanyakan kedalaman dan arus sebelum masuk ke leuwi atau kolam.

Untuk wilayah lain, jelajahi kategori tempat wisata di Garut.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Mengapa curug-curug ini tidak punya halaman sendiri?

Untuk delapan tempat ini kami belum menemukan cukup ulasan terbaru yang bisa dibaca, sehingga yang tersedia terutama data resmi Disparbud Kabupaten Garut 2026 ditambah beberapa catatan media dan blog, sebagian sudah lama. Informasi tarif, jam, dan kondisi jalan sebaiknya dikonfirmasi sebelum berangkat.

Berapa tiket masuk curug-curug ini?

Tarif Curug Kancil pernah dimuat detikTravel (2013) sebesar Rp3.000, dan satu situs tanpa tanggal menulis Rp5.000, sehingga angka itu tidak aktual. Curug Gandasari disebut gratis dan Curug Ngebul Banjarwangi disebut tanpa tiket pada blog 2011. Leuwi Waru Doyong disebut tanpa tiket masuk oleh Info Priangan. Untuk empat lainnya (Teko, Dendeng, Walet, dan Sagobog) kami tidak menemukan tarif.

Apakah Curug Dendeng sama dengan Curug Dengdeng?

Belum terbukti sama. Data Disparbud menempatkan Curug Dendeng di Desa Cihikeu, Bungbulang, sedangkan artikel Curug Dengdeng di situs ini membahas lokasi di Desa Margamulya, Cisompet. Kami tidak menemukan sumber yang menyatakan keduanya satu objek.

Apakah Curug Ngebul di Banjarwangi sama dengan Curug Ngebul di Karacak Valley?

Bukan, lokasinya berbeda. Data Disparbud dan sebuah blog (2011) menempatkan Curug Ngebul di Desa Tanjung Jaya, Banjarwangi, sedangkan Curug Ngebul di Karacak Valley berada di Margawati, Garut Kota.

Apakah Curug Gandasari dan Curug Sagobog satu tempat?

Tidak. Keduanya tercatat di halaman yang sama pada data Disparbud, tetapi Curug Gandasari tercatat di Desa Mekarluyu dan Curug Sagobog di Desa Sudalarang, keduanya di Kecamatan Sukawening.

Ditulis oleh

Admin Digarut