Situ di Garut: Delapan Situ yang Jarang Diulas dan Catatannya
Ditulis oleh
Admin Digarut- Terbit
- 8 menit baca

Ringkasan
Delapan situ di Garut yang jarang diulas: Cimareme, Rancaukuk, Cidahu, Cibangban, Rantun, Ranca Hideung, Cikabuyutan, dan Cigekgok, lengkap dengan catatan data resmi dan sumber webnya.
Daftar isi TampilkanSembunyikan
Situ di Garut tidak hanya Bagendit. Data resmi Disparbud Kabupaten Garut 2026 mencatat sejumlah situ lain, dari Banyuresmi dan Karangpawitan di sisi utara sampai Cikelet dan Bungbulang di selatan. Situ yang banyak dikenal, Situ Bagendit, punya ulasan tersendiri berisi tiket, wahana, dan rute. Delapan situ di bawah ini belum punya cukup bahan untuk ulasan sendiri-sendiri, sehingga dikumpulkan di satu tempat.
Data Disparbud menjadi dasar daftar ini. Data itu memuat desa, jarak dari ibu kota kabupaten, daya tarik, akses, dan pengelola, tetapi umumnya tidak memuat tarif, jam buka, atau koordinat. Ulasan terbaru juga belum ditemukan untuk banyak situ di sini. Karena itu setiap entri memisahkan apa yang dicatat data resmi dari apa yang dilaporkan sumber lain, lengkap dengan bulan dan tahunnya. Konfirmasikan dulu sebelum berangkat.
Ringkasan delapan situ
| Situ | Kecamatan | Jarak resmi dari ibu kota kabupaten | Catatan singkat |
|---|---|---|---|
| Situ Cimareme | Banyuresmi | 18 km | Wisata alam dan budaya |
| Situ Rancaukuk | Banyuresmi | 15 km | Wisata alam |
| Situ Cidahu | Karangpawitan | 8 km | Memancing, rakit, tradisi ngabreg |
| Situ Cibangban | Karangpawitan | 8 km | Memancing, rakit, tradisi ngabreg |
| Situ Rantun | Samarang | 11 km | Dikelola PDAM |
| Situ Ranca Hideung | Cihurip | 56 km | Memancing, rakit, berkemah |
| Situ Cikabuyutan | Bungbulang | 105 km | Danau dan area berkemah |
| Situ Cigekgok | Cikelet | 108 km | Danau dan hutan |
Situ Cimareme, Banyuresmi
Data Disparbud mencatat Situ Cimareme di Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, sekitar 18 km dari ibu kota kabupaten, dengan jenis wisata alam dan budaya. Jalan menuju lokasi sudah beraspal dan dilayani angkutan kota. Fasilitas tercatat belum ada, dan pengelolanya masyarakat atau desa.
Kami belum menemukan ulasan terbaru yang bisa dibaca, jadi informasi ini hanya dari data resmi dan sebaiknya dikonfirmasi sebelum berkunjung. Tarif, jam buka, dan kondisi terkini belum diketahui. Situ ini objek yang berbeda dari Situ Bagendit.
Situ Rancaukuk, Banyuresmi
Data Disparbud mencatat Situ Rancaukuk sebagai wisata alam di Kecamatan Banyuresmi, sekitar 15 km dari ibu kota kabupaten. Jalannya sudah beraspal dan dilayani angkutan kota. Pengelolanya masyarakat atau desa, dan fasilitas tercatat belum ada. Data itu tidak mencantumkan desanya.
Kami belum menemukan ulasan terbaru yang bisa dibaca, jadi informasi ini hanya dari data resmi dan sebaiknya dikonfirmasi sebelum berkunjung. Satu-satunya jejak daring yang kami temukan hanyalah judul unggahan media sosial tanpa isi yang bisa dipakai. Daya tarik, tarif, dan jam buka belum diketahui.
Situ Cidahu, Karangpawitan
Data Disparbud mencatat Situ Cidahu di Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, sekitar 8 km dari ibu kota kabupaten, dengan luas sekitar 1,5 hektare. Daya tarik yang tertulis adalah danau, wisata rakit, swafoto, dan memancing ikan seperti mujaer, nila, nilem, sepat, dan gabus. Menuju lokasi, data itu menyebut angkutan umum nomor 12/07 jurusan Wanaraja berhenti di Jalan Cibangban, lalu sekitar 2 km dengan ojek atau kendaraan roda empat. Jalan dari kota kecamatan ke lokasi tertulis belum baik. Pengelolanya desa.
Sumber lain memberi gambaran yang berbeda. Tulisan warga di Kompasiana (Juli 2024) menyebut luas kurang lebih dua belas hektare dan kedalaman sekitar 10 meter, tanpa biaya masuk, dengan tidak semua mobil roda empat bisa melewati jalannya. Situ itu mengairi sawah di lima desa dan disebut sudah ada sejak masa kolonial serta disewakan per tahun. Radar Garut (Oktober 2025) menaruhnya di Kampung Cidahu, Desa Mekarsari, menyebutnya tempat pemancingan terbesar di Garut, dan menyebut tradisi danau dikuras setiap tahun. Native Indonesia (ditulis 2022) menggambarkannya sebagai danau alami dengan rakit yang sepi wisatawan dan didominasi pemancing.
Tradisi yang disebut ngabreg, menurut Kompasiana (Juli 2024), berlangsung setahun sekali di akhir tahun: warga lima desa menguras situ dan menangkap ikan, dan ikan boleh dibawa pulang. Detik (Desember 2020) mencatat ngabreg di Situ Cidahu dan Situ Cibangban, keduanya di Desa Karang Mulya. Menurut detik (Desember 2020), ngabreg berlangsung menjelang pergantian tahun dan ramai pada akhir Desember. Tanggal pastinya tidak kami temukan.
Luas, desa, dan pengelola ditulis berbeda antarsumber, jadi angka-angka itu belum jelas. Tarif parkir dan jam buka belum diketahui.
Situ Cibangban, Karangpawitan
Data Disparbud mencatat Situ Cibangban di Kelurahan Karangmulya, Karangpawitan, dengan jarak, luas 1,5 hektare, daya tarik, dan rute angkutan yang hampir sama dengan Situ Cidahu. Pengelolanya tertulis masyarakat. Data resmi untuk dua situ ini hampir identik, sedangkan Radar Garut dan detik menyebutnya sebagai dua situ yang berbeda.
Radar Garut (Oktober 2025) menulis nama "Cibangbang" dan menempatkannya di Kampung Cibangban Pasantren RT 03 RW 10, Desa Karangmulya, tidak jauh dari Situ Cidahu. Pengunjung disebut dapat berkeliling naik rakit. Native Indonesia (ditulis 2022) menyebutnya populer di kalangan pemancing. Tradisi ngabreg yang dikaitkan dengan situ ini sama dengan yang dijelaskan pada Situ Cidahu. Tarif dan jam buka belum diketahui.
Situ Rantun, Samarang
Data Disparbud mencatat Situ Rantun di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, sekitar 11 km dari ibu kota kabupaten, dengan jenis wisata buatan berbasis alam dan budaya. Daya tarik yang tertulis adalah danau, pengelolanya PDAM, dan fasilitas belum ada. Rute yang disebut: angkutan umum Terminal Guntur menuju Samarang, lalu angkutan desa jurusan Samarang-Kamojang turun sebelum Hotel Sampireun, dilanjutkan jalan kaki sekitar 1 km melewati perkampungan warga.
Fokus Jabar (17 Desember 2025) melaporkan seorang anak meninggal setelah tenggelam saat berenang bersama temannya di Situ Rantun pada Selasa, 16 Desember 2025. GarutExpo (16 Desember 2025) melaporkan anak itu ditemukan warga meninggal dunia di situ dan menuliskan lokasinya di Desa Tanjungkarya, berbeda dari data resmi. Menurut Fokus Jabar, pemerintah kecamatan Samarang mengimbau orang tua dan masyarakat meningkatkan pengawasan anak, terutama di sekitar perairan.
Kami belum menemukan ulasan wisata terbaru yang bisa dibaca. Tarif, jam buka, dan apakah situ ini terbuka untuk kunjungan wisata saat ini belum diketahui, jadi konfirmasikan sebelum berkunjung.
Situ Ranca Hideung, Cihurip
Data Disparbud mencatat Situ Ranca Hideung di Desa Cihurip, sekitar 56 km dari ibu kota kabupaten, dengan luas 5 hektare. Situ alami ini mengairi sawah di sekitarnya dan, saat kemarau panjang, dipakai warga untuk mandi dan mencuci. Data itu juga menyebut pemanfaatannya untuk wisata memancing, rakit, swafoto, dan berenang. Jalannya beraspal. Kendaraan umum yang disebut adalah elf Garut-Cihurip tidak terjadwal yang beroperasi sekitar pukul 05.00 sampai 17.00, lalu sekitar 1 km dengan roda empat atau ojek.
Sukabumi Update (1 November 2024) menulis desanya Mekarwangi di Kecamatan Cihurip dengan luas sekitar 3 hektare. Menurut tulisan itu, memancing menjadi kegiatan favorit, warga menjaring ikan dari rakit, dan tersedia warung lesehan, parkir luas, rakit sewaan, perahu bebek, serta area berkemah. Tulisan yang sama memuat mitos bahwa menyentuh air situ memberi bintik hitam, sambil menegaskan itu hanya legenda. Rakyat Jabar News (September 2017) menyebut Kampung Sukalila, Desa Cihurip, luas sekitar 4 hektare, dalam keadaan terbengkalai. Republika Jabar (Maret 2023) melaporkan penebaran bibit ikan di situ ini.
Luas, desa, dan kondisi ditulis berbeda antarsumber. Tarif dan jam buka tidak disebut di sumber mana pun yang kami baca.
Situ Cikabuyutan, Bungbulang
Data Disparbud mencatat Situ Cikabuyutan di Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, sekitar 105 km dari ibu kota kabupaten. Daya tariknya danau, pemandangan alam, dan area berkemah. Jalan disebut beraspal hotmik dengan angkutan umum jurusan Terminal Guntur-Bungbulang. Fasilitas masih dalam penataan dan pengelolanya masyarakat.
Garuters (Juni 2025) hanya menyebut nama situ ini sekali dalam daftar wisata alam Bungbulang. Halaman garutselatan.info (Desember 2023) menyebutnya berada di antara Pakenjeng dan Bungbulang, di ujung rute jalan kaki sekitar 30 menit, belum dikelola, gratis, dengan hutan pinus serta kegiatan berkemah, fotografi, dan mendaki. Kodesjabar (Juli 2021) menulis desanya Pasirlayung, Pakenjeng, dengan akses lewat Desa Bojong, masuk hutan pinus, melalui jalan setapak tanah dan batu, tanpa warung.
Kecamatan, desa, dan kondisi jalan ditulis berbeda antarsumber. Sumber terbaru yang kami baca tidak memberi tarif atau jam buka.
Situ Cigekgok, Cikelet
Data Disparbud mencatat Situ Cigekgok di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, sekitar 108 km dari ibu kota kabupaten, dengan daya tarik keindahan danau dan hutan. Menuju lokasi, perjalanan sekitar 7 km dari ruas Pameungpeuk-Cikelet dengan lebar jalan 5 sampai 6 meter, dilanjutkan jalan kaki sekitar 2 km ke Kampung Dukuh lewat jalan desa. Ojek atau microbus jurusan Cikelet atau Pameungpeuk disebut tersedia. Fasilitas dan pengelola tertulis belum ada.
Data itu mencantumkan luas 110 hektare, angka yang tampak sangat besar untuk sebuah situ dan sebaiknya dikonfirmasi. Kami belum menemukan ulasan yang bisa dibaca, jadi informasi ini hanya dari data resmi. Tarif, jam buka, dan kondisi jalan terkini belum diketahui.
Catatan pembeda: Ciburuy, Salawe, Bagendit, Cibeureum
- Ciburuy. Data Disparbud menulis "Situ Ciburuy" di Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, tetapi daya tarik yang tertera adalah situs, naskah kuno, dan benda cagar budaya. Objek itu adalah Situs Kabuyutan Ciburuy, bukan danau. Situ Ciburuy yang berupa danau ada di Kabupaten Bandung Barat.
- Salawe. Situ Salawe di Desa Barudua, Malangbong, dilaporkan ditutup sementara untuk umum setelah seorang pengunjung meninggal dunia pada 14 September 2025 (Radar Garut, 14 dan 16 September 2025). Kami tidak menemukan kabar pembukaan kembali, sehingga situ ini tidak dimasukkan sebagai entri. Tanyakan dulu ke pengelola sebelum berkunjung.
- Bagendit. Situ ini punya ulasan tersendiri di Situ Bagendit Garut.
- Cibeureum. Situ Cibeureum di Samarang tidak termasuk daftar ini.
- Situhapa. Nama ini mengandung kata "situ", tetapi Kebun Mawar Situhapa adalah kebun bunga, bukan danau.
Tips mengunjungi situ yang jarang diulas
- Konfirmasikan lokasi dan akses dulu. Beberapa situ di daftar ini mencatat jalan menuju lokasi belum baik atau harus dilanjutkan dengan ojek atau jalan kaki.
- Bawa bekal sendiri. Fasilitas di banyak situ tertulis belum ada menurut data Disparbud.
- Awasi anak di sekitar air, sejalan dengan imbauan pemerintah kecamatan Samarang setelah kejadian di Situ Rantun pada Desember 2025.
- Untuk situ di selatan seperti Cikabuyutan dan Cigekgok, jaraknya lebih dari 100 km dari ibu kota kabupaten, sehingga rencanakan perjalanan lebih panjang dan lihat pilihan lain di wisata Garut Selatan.
Daftar objek lain tersedia di tempat wisata di Garut.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa saja situ di Garut selain Situ Bagendit?
Data Disparbud 2026 mencatat antara lain Situ Cimareme, Rancaukuk, Cidahu, Cibangban, Rantun, Ranca Hideung, Cikabuyutan, dan Cigekgok. Sebagian besar belum punya ulasan terbaru, jadi konfirmasikan kondisinya sebelum berkunjung.
Apakah Situ Ciburuy di Garut berupa danau?
Data Disparbud menulis Situ Ciburuy di Desa Pamalayan, Bayongbong, tetapi daya tarik yang tertera adalah situs, naskah kuno, dan benda cagar budaya. Objek itu adalah Situs Kabuyutan Ciburuy. Situ Ciburuy berupa danau ada di Kabupaten Bandung Barat.
Apa itu tradisi ngabreg di Situ Cidahu dan Cibangban?
Menurut Kompasiana (Juli 2024), ngabreg berlangsung setahun sekali di akhir tahun: warga lima desa menguras situ dan menangkap ikan, dan ikan boleh dibawa pulang. Menurut detik (Desember 2020), tradisi ini berlangsung menjelang pergantian tahun dan ramai pada akhir Desember. Tanggal pastinya tidak kami temukan.
Berapa tarif masuk situ-situ ini?
Data Disparbud tidak memuat tarif. Kompasiana (Juli 2024) menyebut Situ Cidahu tanpa biaya masuk, dan garutselatan.info (Desember 2023) menyebut Situ Cikabuyutan gratis. Untuk situ lain, tarif belum kami temukan.
Apakah Situ Salawe masih bisa dikunjungi?
Setelah insiden pada 14 September 2025, Disparbud Garut menyatakan Situ Salawe ditutup sementara (Radar Garut, 16 September 2025). Kami tidak menemukan kabar pembukaan kembali, jadi konfirmasikan dulu ke pengelola atau Disparbud.
Ditulis oleh
Admin Digarut




